Viral Surat Pernyataan Wali Murid MTsN 2 Brebes Soal Program MBG
https://radarkadibolo.blogspot.com/2025/09/viral-surat-pernyataan-wali-murid-mtsn.htmlViral Surat Pernyataan Wali Murid MTsN 2 Brebes
Kontroversi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang Tuai Protes
Sebuah dokumen yang diklaim sebagai surat pernyataan dari orang tua siswa di MTs Negeri 2 Brebes, Jawa Tengah, ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Isi Surat Pernyataan yang Menjadi Kontroversi
Dokumen tersebut berisi poin-poin yang melepaskan tanggung jawab pihak sekolah seandainya terjadi masalah keracunan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Surat yang menggunakan kop Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes itu memuat klausul persetujuan sekaligus pernyataan kesediaan menanggung risiko dari wali murid.
Enam Butir Pernyataan yang Harus Disetujui
Terdapat enam butir pernyataan yang harus disetujui oleh orang tua jika anaknya mengikuti program MBG:
- Butir pertama mencakup gangguan pencernaan seperti sakit perut, diare, atau mual.
- Butir kedua menyangkut reaksi alergi terhadap suatu bahan makanan yang mungkin belum diketahui sebelumnya.
- Butir ketiga dan keempat menyatakan kemungkinan kontaminasi ringan pada makanan akibat faktor lingkungan atau ketidakcocokan dengan kondisi kesehatan anak.
- Butir kelima secara khusus menegaskan bahwa keracunan makanan yang disebabkan faktor di luar kendali sekolah atau kelalaian pihak ketiga bukan menjadi tanggung jawab penyelenggara.
- Butir terakhir mewajibkan orang tua mengganti rugi sebesar Rp 80.000 jika tempat makan hilang atau rusak.
Dengan ditandatanganinya surat tersebut, orang tua diharapkan tidak mengambil langkah hukum terhadap sekolah atau panitia, selama prosedur standar telah dijalankan.
- Wali Murid (anonim)
Konfirmasi ke Pihak Sekolah
Untuk mengonfirmasi hal ini, tim media mengunjungi langsung MTs Negeri 2 Brebes pada Selasa (16/9/2025). Sayangnya, pihak yang berwenang seperti Kepala Madrasah tidak dapat ditemui karena sedang berada di luar. Security meminta tim untuk mengisi buku tamu dan memberikan nomor kontak, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari sekolah.
Update Terkini: Pencabutan Surat Pernyataan
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Brebes, Mad Sholeh, mengakui bahwa surat tersebut memang beredar. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah meminta sekolah mencabut surat pernyataan itu karena tidak ada koordinasi sebelumnya dengan Kemenag.
"Saya tidak mau tahu, yang penting surat itu harus dicabut. Itu bukan suatu keharusan," tegas Mad Soleh dalam wawancara pada hari yang sama.
Asal Muasal Surat dan Tujuannya
Menurut penjelasannya, surat itu muncul usai ada rencana kerja sama antara pengelola MBG dengan MTs N 2 Brebes pada Jumat sebelumnya. Pihak pengelola MBG memberikan contoh surat, yang kemudian digunakan oleh sekolah dan disebarkan kepada siswa.
Mad Soleh menyatakan bahwa alasan sekolah membuat surat tersebut adalah untuk mendata siswa yang memiliki alergi atau pantangan makanan tertentu. "Dari ribuan siswa, bisa saja ada yang alergi telur atau tidak makan nasi," ujarnya.
Solusi Pengganti Surat Pernyataan
Setelah pencabutan, sekolah mengganti surat pernyataan dengan formulir digital via Google Form yang disebarkan kepada wali kelas. Formulir baru hanya memuat data nama, kelas, dan informasi alergi sebagai langkah antisipasi.
- Mad Soleh, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Brebes




